HAMBA ALLAH ARTINYA YESUS BUKAN TUHAN  ?? ANAK ALLAH ( bagian-2 )

Visits: 586 Today: 164

Allah atau Tuhan, yang dianggap sebagai Supreme God, Maha Kuasa, maka dalam pikiran manusia berasumsi bahwa jika Allah yang berubah dan mempunyai jabatan sebagai Hamba, maka hal ini tidak mungkin dan berarti Allah yang sebagai Hamba adalah bukan Tuhan.

 

Jika kita mengetahui bahwa seorang Presiden, maka dia haruslah seorang yang dilayani oleh semua rakyat di negara nya,  tapi ada hal yang lepas dari pengamatan manusia, bahwa seorang presiden yang dalam sistem kerjanya juga melakukan hal yang sebagai Hamba ( pelayan rakyat ).

Hamba Allah, cara masuk surga

Konsep seorang Presiden yang adalah Hamba rakyat, adalah hal yang aneh dalam cara pikir manusia di kelompok tertentu,  tapi sebenarnya konsep “Presiden adalah hamba rakyat”  sudah populer dalam prinsip demokrasi yang sudah maju, hanya saja di negara yang masih baru, misalnya Indonesia yang baru saja merdeka tahun 1945, konsep “Presiden adalah hamba rakyat” adalah hal yang aneh.

 

Demikian juga suatu konsep dalam bahasa Surgawi, bahwa  “suatu Tuhan, yang menjadi hamba Allah” adalah hal yang aneh dan membingungkan.

Yesus yang dijuluki Sang Hamba Allah ( Ebed Yahweh ) , yang dalam artikel lain dalam website ini, yang menyatakan bahwa “Yesus adalah Tuhan”  (https://kuasa-allah.com/isa-almasih-adalah-tuhan-atau-manusia )  seakan menjadi hal yang kontradiksi, bagaimana mungkin  “Yesus Tuhan” sekarang menjadi  “Yesus hamba Allah” ?

 

Agar menjadi jelas, maka Firman Allah dengan sangat jelas membuka lagi suatu pengetahuan dari Surga kepada manusia :

 

Hamba Allah dalam Kitab Fifipi 2: 5-8  ( Alkitab FAYH, Firman Allah Yang Hidup  )

5  Hendaklah Saudara bersikap seperti Yesus Kristus,

6  yang tidak menuntut dan tidak tetap berpegang kepada hak-hak-Nya sebagai Allah, meskipun sebenarnya Dia Allah.

7  Ia mengesampingkan kuasa serta kemuliaan-Nya dan mengambil sikap seorang hamba dan menjadi sama seperti manusia.

8  Ia lebih merendahkan diri-Nya lagi, bahkan sampai mati di kayu salib seperti seorang penjahat.

9  Tetapi, karena inilah Allah meninggikan Dia sampai ke surga dan memberikan kepada-Nya nama di atas segala nama,

10  supaya dengan mendengar nama Yesus Kristus segala lutut akan bertelut, baik yang ada di langit, yang ada di atas bumi, maupun yang ada di bawah bumi,

11  dan segala lidah akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa.

 

Ayat di atas menjelaskan bahwa Yesus Sang Firman Allah, mengosongkan diriNya dengan cara turun dari Surga ke dunia, bertenda dalam tubuh Yesus yang terbatas, dengan tujuan untuk MELAKSANAKAN KEINGINAN ALLAH YAHWEH ( HAMBA ALLAH ), yaitu menanggung hukuman Neraka akibat dari dosa manusia, agar manusia yang beriman kepada Yesus, mendapatkan Surga.

 

Jadi Hamba Allah di ayat di atas berarti Yesus Sang Firman Allah melaksanakan kehendak Allah Yahweh, agar diri Yesus mati untuk menanggung hukuman Neraka dari manusia yang beriman kepada Yesus, sehingga manusia ini mendapatkan Surga.  Bagaimana dengan manusia yang tidak beriman kepada Yesus Sang Firman Allah  ?  Tentu saja dosa orang yang tidak beriman ini, tidak ditanggung oleh Yesus,  tapi ditanggung oleh masing-masing orang itu, dan akhirnya pada hari kiamat, orang tidak beriman ini akan menerima hukuman dosa, yaitu dihukum di Neraka.  Karena Firman Allah mengatakan : ”Upah dosa adalah maut” ( kitab Roma 8:23 )

 

Bagaimana mungkin Firman Allah dengan Kuasa tidak terbatas, dapat bertenda dalam tubuh Yesus ?  Karena Firman Allah itu Maha Kuasa, apapun yang tidak terpikir oleh manusia, dapat dilakukan oleh Firman Allah.

 

 

Kitab Fifipi 2: 5-8  ( Alkitab Terjemahan Baru )

5  Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

6  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

7  melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

8  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

9  Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

10  supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

11  dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah Bapa”

 

Kitab Fifipi 2: 5-8  ( Amplified Bible )

5 Have this same attitude in yourselves which was in Christ Jesus [look to Him as your example in selfless humility],

6 who, although He existed in the form and unchanging essence of God [as One with Him, possessing the fullness of all the divine attributes—the entire nature of deity], did not regard equality with God a thing to be grasped or asserted [as if He did not already possess it, or was afraid of losing it];

7 but emptied Himself [without renouncing or diminishing His deity, but only temporarily giving up the outward expression of divine equality and His rightful dignity] by assuming the form of a bond-servant, and being made in the likeness of men [He became completely human but was without sin, being fully God and fully man].

 

Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia :

5 Milikilah sikap yang sama seperti yang ada pada Kristus Yesus [ jadikan Dia teladanmu dalam kerendahan hati yang tanpa pamrih],

6 yang, meskipun Ia ada dalam rupa dan hakikat Allah yang tidak berubah [sebagai satu dengan Dia, memiliki kepenuhan semua sifat ilahi—seluruh kodrat keilahian], tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai sesuatu yang harus dipertahankan atau ditegaskan [seolah-olah Ia belum memilikinya, atau takut kehilangannya];

 

7 tetapi mengosongkan diri-Nya [tanpa melepaskan atau mengurangi keilahian-Nya, tetapi hanya untuk sementara waktu melepaskan ekspresi  kesetaraan ilahi dan martabat-Nya yang sah] dengan mengambil bentuk seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia [ Ia menjadi manusia sepenuhnya tetapi tanpa dosa, sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia].

 

Mengapa membandingkan dengan 3 versi Alkitab ?   karena dari 3 versi yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris mempunyai maksud yang sama, Alkitab terjemahan dalam berbagai bahasa berbagai negara mempunyai maksud supaya Firman Allah dapat dimengerti oleh semua negara, bukan dimengerti oleh satu negara saja, inilah maksud Allah secara Surgawi, yang harus kita mengerti.

 

Supaya lebih jelas lagi, kita akan masuk ke dalam inti dari hal ini, yaitu HAMBA, dalam bahasa asli Yunani :

Filipi 2 : 7 · Bahasa Yunani

αλλα εαυτον εκενωσεν μορφην δουλου λαβων,   εν ομοιωματι ανθρωπων γενομενος και σχηματι ευρεθεις ως ανθρωπος

 

Dibaca sbb :

“all’ heauton ekenōsen morphēn doulou labōn,   en homoiōmati

anthrōpōn genomenos kai schimati evretheis os anthropos

 

Artinya :

Tetapi Ia mengosongkan diri-Nya, mengambil bentuk seorang hamba, menjadi sama dengan manusia, dan berada dalam rupa manusia;

 

Bagian yang paling disorot adalah kata kerja “ekenōsen” (ἐκένωσεν) yang berasal dari akar kata “kenōo” (κενόω), yang bermakna “mengosongkan diri” (dikenal sebagai doktrin kenosis).

Teks aslinya secara lengkap memiliki makna berikut berdasarkan setiap frasa:

  • all’ heauton ekenōsen: “melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri” (melepaskan hak-hak keilahian-Nya, dengan tujuan untuk menebus manusia).
  • morphēn doulou labōn: “mengambil bentuk esensi seorang hamba”. Kata “morphēn” berarti bentuk atau esensi yang hakiki.
  • en homoiōmati anthrōpōn genomenos: “dan menjadi sama dengan manusia”. Kata “homoiōmati” merujuk pada keserupaan atau keadaan-Nya sebagai manusia sejati.

 

 

HAMBA ALLAH – BAHASA DUNIA RUH DI SURGA DAN ARTINYA

Hamba artinya taat kepada kehendak Allah Yahweh ( Allah Abraham, Ishak dan Yakub ),  kita akan zoom lebih jelas :

Yesus Sang Firman Allah, hanya taat kepada kehendak dari Allah Yahweh

 

Bagaimana kita tahu bahwa istilah  “HAMBA” artinya “TAAT KEPADA KEHENDAK ALLAH YAHWEH”  ?  dari ayat ini :

 

  Yohanes 6:38: “Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.” Ayat ini menekankan bahwa prioritas mutlak Yesus di dunia adalah melaksanakan rencana Allah Bapa

  Ibrani 10:7: “Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.”

  Lukas 22:42: Bapa, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu-lah yang terjadi.” Doa di Taman Getsemani ini adalah bukti nyata ketundukan Yesus kepada Bapa sekalipun Ia harus menghadapi penderitaan yang sangat berat.

 

 

 

HAMBA – DALAM TRADISI YAHUDI, KAITANNYA DENGAN ISTILAH HAMBA ALLAH

Dalam kebudayaan dan teks kuno Yahudi, kata untuk “hamba” atau disebut juga sebagai “budak” adalah “Eved” (bahasa Ibrani (עֶבֶד). Istilah ini memiliki spektrum makna yang sangat luas, mulai dari budak fisik, pelayan, pegawai istana, hingga gelar kehormatan rohani yang sangat tinggi

 

  1. Budak Fisik atau Pelayan Rumah Tangga

Dalam konteks sosial, eved merujuk kepada seseorang yang dipekerjakan atau menjadi milik tuannya untuk melaksanakan kehendak dan pekerjaan yang ditugaskan oleh tuannya.   Dalam hukum Taurat (seperti dalam kitab Keluaran), ada aturan yang sangat spesifik untuk melindungi hak-hak mereka. Perbudakan dalam budaya Yahudi kuno bukanlah penindasan mutlak seperti di era modern, melainkan bentuk ikatan kerja, yang memiliki batas waktu

 

  1. Gelar Kerohanian (Hamba Tuhan)

Ketika dikaitkan dengan Yang Mahakuasa, Eved diterjemahkan sebagai “Hamba Tuhan” (Eved Adonai). Ini bukanlah tanda kehinaan, melainkan gelar kemuliaan tertinggi dalam teologi Yahudi.

  • Pengabdian Total: Menunjukkan bahwa seseorang telah menyerahkan seluruh hidupnya untuk taat mutlak kepada kehendak Allah
  • Gelar Nabi: Tokoh-tokoh besar seperti Musa, Daud, dan para nabi lainnya sering disebut sebagai “Hamba Allah” (Eved HaElohim) karena status istimewa mereka sebagai perantara ilahi.
  • Hamba yang Menderita (Eved Yahweh): Dalam kitab Yesaya (seperti Yesaya 53), Eved merujuk pada sosok utusan Allah yang setia, yang rela menderita dan berkorban demi membawa keselamatan serta pemulihan bagi umat Israel dan bangsa-bangsa lain. Apakah utusan berarti statusnya lebih rendah ?    Dalam bahasa dunia Surga, konsep ini berarti Tuhan Yahweh ( yang disebut Bapa ) mengutus Firman Tuhan ( yang disebut Yesus ) ke dunia, dan Firman Allah yang bertenda dalam tubuh Yesus ini, taat total kepada Tuhan Yahweh, yaitu Firman Allah dalam tubuh Yesus ini harus mati dan bangkit dari kematian pada hari ke-3.
  • Tuhan Yahweh, Firman Allah dan Ruh Allah ( Roh Kudus ) adalah tiga pribadi dalam satu Tuhan, seperti  Tubuh Fisik manusia,  kata-kata manusia dan ruh manusia  adalah tiga unsur,  tapi tiga unsur manusia ini adalah satu manusia.

 

Inilah sebenarnya rahasia terbesar dari ibadah orang Kristen :

Apa itu ibadah orang Kristen ?  Menyembah Yesus Sang Firman Allah, dimana Firman Allah ini turun ke Bumi, dan bertenda dalam tubuh manusia yang bernama Yesus.

 

Mengapa Allah koq bisa menjadi manusia ?  Karena Allah mau berbuat demikian, karena Allah berkuasa melakukan apa pun yang Dia mau.  Kita tidak dapat melarang Allah berbuat apapun.

 

Jadi hari ini, satu lagi “Prinsip bahasa Surgawi” yang kita pelajari :

  • Allah menjadi hamba ( Allah yang melayani manusia, dengan cara mati di Kayu Salib, agar dosa manusia ditanggung oleh Sang Firman Allah, yaitu Yesus )
  • Firman Allah bertenda dalam tubuh manusia yang bernama Yesus, dimana Yesus ini tidak pernah berbuat dosa, bukan tubuh yang berdosa.
  • Maka ada 2 pribadi Allah yang muncul di tulisan di atas : 1. Allah yang disebut Bapa ( Yahweh / YHWH ) Firman Allah yang menjadi manusia, yaitu Yesus

 

Maka manusia mempunyai kemiripan dengan Allah :

  • Allah mempunyai 3 pribadi : Ruh Allah ( disebut sebagai Ruh Kudus )  2. Firman Allah ( yang datang ke Bumi, sebagai Yesus )  3.  Allah Bapa ( yang disebut sebagai Yahweh, YHWH, yang memperkenalkan diriNya kepada nenek moyang kita, yaitu Abraham, Ishak dan Yakub )
  • Manusia mempunyai 3 unsur : 1. Tubuh fisik Kata-kata manusia   3. Ruh manusia

 

Firman Allah yang ditulis di dalam Alkitab, adalah KEBENARAN DARI SURGA, yang adalah  HUKUM DI ALAM RUH DI SURGA, bahwa jika manusia mau mendapatkan Surga, maka manusia harus mengikuti jalan yang benar ini, jangan mengikuti jalan agama yang diciptakan oleh manusia, yaitu diciptakan oleh Nabi Palsu.  Saat ini Ruh Tuhan sedang berbicara kepada Anda secara khusus, dengarkanlah suara dari Surga ini, dan sadarlah bahwa selama ini anda telah ditipu oleh jalan agama yang salah.

Supaya kita dapat  mengerti lebih jelas mengenai apa saja jabatan dari Yesus Sang Firman Allah, berikut adalah jabatan dari Yesus, dan juga termasuk bahasa di alam Dunia Ruh di Surga, yang masih aneh bagi kita saat ini, karena bahasa dunia ruh dan bahasa dunia surga yang masih asing bagi kita.

 

 

JABATAN YESUS SANG FIRMAN ALLAH ( BAHASA DUNIA SURGA YANG TIDAK KITA KENAL )

 

Jabatan Fungsi
Nabi Menyampaikan Firman Allah
Imam Besar Pengantara manusia dengan Allah
Raja Memerintah di dalam Kerajaan Surga
Mesias Yang Diurapi
Anak Allah Memiliki hubungan unik dengan Bapa
Anak Manusia Mesias yang dinubuatkan Daniel
Firman Allah Penyataan Allah
Juruselamat Menyelamatkan manusia dari Hukuman Neraka
Penebus Menebus manusia dari hukuman Neraka
Gembala Memelihara umat
Hakim Menghakimi dunia saat kiamat
Terang Dunia Membawa terang rohani
Roti Hidup Memberi hidup kekal
Pokok Anggur Sumber kehidupan rohani
Jalan, Kebenaran, Hidup Satu-satunya jalan ke Surga
Anak Domba Allah Korban penebus dosa
Batu Penjuru Dasar umat Allah
Alfa dan Omega Kekal, Yang awal & Yang akhir
Tuhan (Kyrios) Penguasa atas segala sesuatu

Segeralah mengikuti jalan yang benar ini, dengan cara beriman kepada Firman Allah yang telah datang ke dunia, Yaitu Yesus Sang Firman Allah, maka pada saat mulutmu mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan dalam hatimu percaya bahwa Yesus telah bangkit dari kematian, maka saat itu juga ruh mu tercatat dalam Surga.

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *